Rabu, 24 Agustus 2016

Peran Generasi Muda Dalam Mencegah Terorisme

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serangan-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi. Sementara itu pemuda menjadi target perekrutan teroris dengan cara doktrinasi. Hal ini bisa kita lihat di beberapa pemberitaan di media cetak televisi dan sebagainya. Para pelaku terorisme di Indonesia kebanyakan adalah dari kalangan anak muda sebagian besar dibawah 30 tahun.
Kurangnya peran pemuda dalam pemberantasan terorisme telah menyababkan pemuda Indonesia dengan muda di doktrin oleh gembong teroris dengan dijanjikan harta yang berlimpah dan masuk surga ketika meninggal. Biasanya factor ekonomilah yang membuat seorang pelaku teror untuk bergabung menjadi pelaku terorisme dengan iming imingi harta yang berlimpah dan masuk surga ketika meninggal itu membuat mereka tergiur. Nah, disinilah peran generasi muda Indonesia sangat di perlukan. kalangan muda harusnya memahami sesuatu hal dengan baik dan seksama jangan mudah tergiur dengan apa yang di kemukakan oleh orang lain. Dengan kata lain untuk mencegah teororisme yang dibutuhkan adalah penyuluhan apa itu terror, siapa itu teroris, dan bagaimana ciri teroris. Nah, disinilah generasi muda mempunyai peran dalam penanggulangan terorisme.
Peran generasi muda sangat diperlukan untuk mencegah terorisme  karena mereka adalah  penerus bangsa, baik buruknya negara ini kedepan ada ditangan mereka. Sangat diharapkan bagi generasi muda untuk peka terhadap lingkungan sekitar. Suatu negara yang Besar tidak akan jauh dari peran generasi muda suatu negara, kemajuan negara tergantung dari apa yang dilakukan generasi muda itu terhadap negaranya sendiri, baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force, sosial kontrol and iron stock sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat. Nah, disinilah pemuda Indonesia itu mempunyai peran yang sangat penting dalam pencegahan terorisme.


CARA MEMBUAT ESSAY YANG SISTEMATIS

Gimana cara membuat essay yang baik dan sistematis ?

Berikut langkah-langkah:
1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai, memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas
, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan, Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis essay tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan, Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita, agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.

Misal sobat mau buat essay dengan tema: “Keterlibatan Tuhan terhadap Kaum Miskin”
garis besar ide-idenya:
1. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Budaya Timur Tengah
2. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Kisah Kitab Suci
3. Tuhan dan Kaum Miskin dalam Jeritan Mereka yang Termarjinalkan
kalau ada kutipan dari buku, diakhir kata/kalimat yang dikutip biasanya diberi catatan kaki (Inset, reference, footnote, insert, kalau sudah keluar angka pada halaman paling bawah, tulis nama pengarang, judul buku (ditulis miring), penerbit, kota terbit, tahun. halaman dari kata/kalimat yang saudara tadi kutip.
jika mau diberi daftar pustaka, silakan lihat catatan kaki yang sudah saudara buat.
Pembuatan daftar pustaka biasanya dibuat pada halaman yang paling belakang, diurutkan sesuai dengan abjad. misal:
Anan, Bandirto.1976. Zamrud Katulistiwa. Merapi. Yogyakarta.
Sudibyo, Bambang (Nama di balik).1980. Era Orde Baru (judul buku dibuat miring). Kanisius. Yogyakarta

Struktur sebuah esay terdiri dari 3 tiga bagian:
1. Pengantar/Pengenalan (5% dari total essay) Biasanya 1 - 2 paragraf yang berisikan satu atau lebih hal-hal berikut ini: definisi masalah, pembatasan asumsi, istilah-istilah teknis yang digunakan dan tujuan penulisan, yang bisa menjelaskan secara seksama sebuah dalil yang kita ungkapkan.
2. Pembahasan/Argumentasi (85%-90% dari total essay) Bagian utama dari sebuah esay yang ditujukan

untuk mengungkapkan bukti-bukti dalam bentuk: logika penalaran pribadi, teori-teori yang ada, atau secara empiris melalui penelitian yang relevan dengan masalah yang kita bahas. Dalam bagian ini kita memerlukan contoh-contoh, logika, teori, hasil penelitian yang masuk akal dan relevan dengan pernyataan-pernyataan yang tegas. Lebih baik lagi seandainya kita menyisipkan teknik devil's advocate atau kontra argumentasi dalam setiap pernyataan-pernyataan yang kita buat sehingga essay kita menjadi sulit untuk diserang. Dalam hal ini kita juga perlu mengumpulkan banyak bacaan dari topik yang dibahas dengan tentunya harus mencantumkan referensi-referensi. Hindari plagiarisme! Seandainya kita tidak bisa mendapatkan contoh-contoh dari teori, media, internet atau sumber-sumber yang lain, masukkan contoh-contoh dari pengalaman pribadi atau contoh praktis.
3. Penuntup/Kesimpulan (5%-10% dari total esay) Panjangnya penutup atau kesimpulan tergantung dari bagaimana kita menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kita ungkapkan dalam bagian definisi masalah pada bagian pembukaan. Jawaban-jawaban ini sebenarnya berkaitan dengan bukti-bukti yang kita bahas pada bagian argumentasi/pembahasan yang masih dalam kerangka tujuan penulisan. Lebih baik lagi, kalau ada penekanan terhadap argumentasi yang paling kuat yang paling dikuasai pada bagian pembahasan.

Minggu, 14 Agustus 2016

kultum tentang ghazwul fikr


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
…  اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ

MEMBENTENGI  DIRI  DARI  GHAZWUL  FIKRI
Albaqarah:120>yahudi
Albaqarah:35>adam as
GHAZWUL FIKRI merupakan upaya yang gencar dilakukan non muslim untuk meracuni pikiran umat Islam agar kaum muslimin semakin jauh dari Islam, membenci ajaran Islam itu sendiri bahkan mengeluarkan kaum Muslimin dari agamanya alias MURTAD, dan pada tahap akhir Islam diharapkan bisa lenyap, musnah, habis sampai ke akar-akarnya. Ingatlah Allah telah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 120 yang maknanya sebagai berikut :

 “Mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepada kalian sehingga kalian mengikuti milah mereka”.
Menurut kitab suci Alquran, gazwul fikri pertama kali terjadi ketika iblis diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada nabi adam as. Akan tetapi, iblis tidak mau melakukannya karena ia merasa lebih baik dari adam as. Lalu Allah melaknak iblis dan memasukkannya kedalam neraka. Semenjak saat itulah iblis mulai mencuri-curi pembicaraan nabi adam bersama Tuhannya. Sampai suatu ketika iblis mengetahui bahwa Allah melarang nabi adam dan hawa untuk mendekati sebuah pohon atau memakan buahnya. Mulai saat itulah iblis menyusun strategis untuk mengeluarkan mereka dari surga. Kalau kita melihat dalam kehidupan ini, gazhul fikri itu muncu karena orang yahudi seringkali mengalami kekalahan dalm peran melawan orang islam meski jumlah mereka jauh lebih banyak dari orang muslim bahkan persenjataan orang yahudi pun jauh lebih canggih dari orang islam.Pasukan KHALID BIN WALID misalnya, pernah berperang dengan jumlah tentara hanya sekitar 3000 personil, sedangkan pasukan Romawi yang dihadapi berjumlah 100.000 personil, hampir 1 berbanding 35, namun Allah maha kuasa, Allah memenangkan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut.
Kekalahan demi kekalahan itu akhirnya menyebabkan kaum Salib berfikir, berusaha mencari taktik baru. Maka dibawah pimpinan Raja Louis XI, taktik baru tersebut dilancarkan. Caranya bukan lagi berupa penyerangan fisik, tetapi musuh-musuh Allah itu mengirimkan putera-putera terbaik mereka ke pusat-pusat pendidikan Islam seperti Makkah, Madinah, Kairo dan lainnya untuk mempelajari Islam.
Niat dan motivasi mereka tentu bukan untuk mengamalkan apa yang mereka pelajari, melainkan untuk mencari, menemukan titik-titik dimana kelemahan kaum MusIimin lalu menghancurkan dari dalam, menciptakan duri dalam daging, menjadi musuh dalam selimut.

Gleed Stones, Mantan Perdana Menteri Inggris, pernah mengatakan :
“Percuma memerangi umat Islam,
kita tidak akan mampu menguasainya,
selama di dada pemuda Islam Al-Qur’an masih bergelora.
Tugas kita kini adalah mencabut al-Qur’an dari hati mereka,
baru kita akan menang dan menguasai mereka.”

Untuk melemahkan kekuatan kaum muslimin Ghazwul fikri dilaksanakan dengan melakukan dua tipu daya yang disisipkan dalam Fikrah dan Pemikiran Ummat Islam.
Tipu daya tersebut adalah :
Pertama yaitu usaha untuk menimbulkan rasa takut kepada selain Allah dan …
Kedua yaitu usaha pengkaburan berbagai konsep dan ajaran Islam, perhatikan rumus beriku:
4F5S;
4f: Food,fashion,film,fun
5s: Song,sport,smoke,science,seks

Hadirin yang berbahagia …
Apa yang seharusnya dilakukan oleh generasi Islam?
Allah tidak menjamin ISLAM akan terus ada dan berjaya di Negeri ini, Allah tidak menjamin Islam bisa tetap AXIS di Republik tercinta ini…
Oleh karena itu…
Kunci utama dan yang pertama dalam mengantisipasi Ghazwul fikri adalah Al-Qur’anul Karim jangan sampai Mukjizat yang paling agung ini jauh dari kita, jangan sampai ada generasi Muslim yang buta huruf Al-Qur’an, tidak cukup hanya membacanya, kita juga mesti bisa memahami artinya jangan sampai kita membacanya akan tetapi sesungguhnya kita tidak tahu arti dari apa yang telah kita baca.Naah… untuk bisa memahami Al-Qur’an mencintai bahkan mengamalkan Sunnah Nabi, tiada jalan lain kecuali kita mesti belajar agama dengan baik.Apalagi sebagai generasi muda Islam… Kita tidak ingin Islam lenyap dinegeri ini sebagaimana yang terjadi di Andalusia dan lainnya.


***Inilah kultum yang bisa saya sampaikan, semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik bersama. Mohon maaf bila ada kesalahan.

kultum (kuliah 7 menit)

~Cara Rasulullah Menghadapi Kesulitan Hidup~

Mukaddima arab
Mukaddima Indonesia
1.      Kita harus mengetahui hakikat baik dan buruk (pengertian dan merenung)
QS. Al-Baqarah : 216 “Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Sesungguhnya Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan (contoh sakit)

2.      Meyakini bahwa setiap kejadian pasti ada hikmahnya
Qs. Al-imran:190  “Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal”

3.      Belajar dari pengalaman orang lain

4.      Taat kepada Allah
QS. At-Talaq: 2-3  “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberikannya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

5.      Sholat
 QS. Al-Baqarah: 45 “Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat”

6.      Berdoa
QS. Al-Baqarah: 186 “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku. Maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku”

7.      Berzikir
QS Ar-Ra'd: 28…..”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram

8.      Bersedekah
QS. Ibrahim: 7 “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

v  Adapun sikap-sikap yang harus dimiliki untuk meraih pertolongan Allah yaitu:
a.       Yakin          b. Ikhlas          c. Sabar          d. Syukur           e. Tawakkal


Ada sebuah kisah pada zaman dahulu, disebuah desa tinggal seorang ulama yang bijaksana. Ulama ini sering dijadikan tempat bertanya dan meminta nasihat oleh oleh penduduk didesa itu. Salah satu penduduk desa itu adalah seorang pedagang
Yang setiap hari menggunakan kereta kuda untuk berjualan.
Pada suatu hari kuda sipedagang itu mati mendadak dan dia kebingungan karena dia tidak punya uang untuk membeli kuda yang baru terlebih lagi sayur marurnya menjadi layu dan busuk. Akhirnya,pedagang itu menemui sang ulama dan menceritakan peristiwa yang menimpanya dia juga mengatakan bahwa peristiwa yag menimpanya itu merupakan peristiwa yang paling buruk. Ulama itu berkata: “mungkin ya,mungkin juga tidak”.pedagang itu bingun dengan jawaban ulama tersebut dan menganggap pikiran ulama itu sedang kacau.
Keesokan harinya, tiba-tiba seekor kuda yang masih muda muncul di halaman rumahnya. Ia pun menangkap kuda tersebut dan bahagialah pedagang itu karena kuda yang ia miliki sekarang lebih muda,kekar,dan sehat dibandingkan kudanya yang telah mati.
Pedagang itu datang kembali ke ulama itu dan meminta maaf dan mengatakan bahwa dirinya medapatkan kebaikan. Ulama itu berkata: “mungkin ya,mungki tidak” lalu pedagan itu kecewa dengan ucapan ulaama tersebut dan mengira kalau ulama itu sedang stress.
Beberepa hari kemudian, anaknya yang masih mudah mencoba menaiki kuda baru itu. Lalu anaknya pun terjatuh dan kakinya diinjak oleh kuda akibatnya kaki anak itu menjadi patah. Pedangang itu kemudian merasa kecewa dan sedih karena anak lelakinya yang diharapkan untuk menjadi penerus usahanya,mengalami kelumpuhan pada kakinya. Dia pun kembali mendatangi sang ulama dan berkata bahwa dirinya benar-benar mengalami keburukan. Dan lagi-lagi ulama itu berkata: “mungkin ya,mungkin juga tidak” mendengar jawaban itu pedagang tersebut menjadi sangat marah dan pulang kerumahnya.
Sebulan kebudian, kerajaan didaerah pedagang itu berperang dengan kerajaan dari daerah lain. Karena kekurangan tentara,kerajaan itu mewajibkan setiap pemuda yang berbadan sehat untuk menjadi tentara. Karena anak pedagan itu lumpuh maka anak pedagang itu dibebaskan dari kewajiban itu. Dan akhirnya dia bersyukur dan mengerti maksud dari ucapan ulama bijaksana itu.

Kesimpulan:
Setiap manusia pasti memiliki masalah.Tapi, kita harus yakin bahwa setiap masalah yang allah hadapkan kepada kita tidak pernah melebihi dari batas kemanpuan kita sendiri. ”Dan setiap kesulitan pasti ada kemudahan”

Sekian dan terima kasih#


MA’RIFATUL ISLAM

            Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi.
Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islam pun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya telah mengingatkan kepada kita:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِهِ
(رواه مالمك)
‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu Kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik)
Kemunduran kaum muslimin juga merupakan bagian dari ‘kesesatan’ sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas. Karena dalam kondisi mundur, sangat mudah bagi musuh-musuh Islam untuk melancarkan berbagai hujaman kepada Islam, baik berbentuk politik, ekonomi, militer, pendidikan dan lain sebagainya, sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Kemudian kemunduran seperti ini pun disebabkan karena mengendurnya komitmen kaum muslimin terhadap Islam. Untuk itulah, perlu kiranya bagi kita untuk mengkaji ulang tentang hakikat dinul Islam secara utuh dan menyeluruh agar kita dapat kembali meraih kejayaan yang telah hilang dari tangan kita.
Mengenal Islam
Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.
الإسلام مصدر من أسلم يسلم إسلاما
Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, di antaranya adalah:
1. Berasal dari ‘salm’ (السَّلْم) yang berarti damai.
Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8: 61)
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman: (QS. 49: 9)
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 22: 39)
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”
2. Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini, Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4: 125)
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”
Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6: 162)
قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3: 83)
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”
Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tenteram, damai dan tenang (baca: mutma’inah).
3. Berasal dari kata istaslama–mustaslimun (اسْتَسْلَمَ – مُسْتَسْلِمُوْنَ): penyerahan total kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37: 26)
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”
Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2: 208)
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.
4. Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.
Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26: 89):
إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”
Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84)
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”
Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakikatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia. Allah berfirman: (QS. 5: 6)
مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syariat Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
5. Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19: 47)
قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا
Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.”
Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.
Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’
Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Di antara poin-poinnya adalah:
1. Islam sebagai wahyu ilahi (الوَحْيُ اْلإِلَهِي)
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (دِيْنُ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ) Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3: 84)
قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri.”
3. Sebagai pedoman hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
Allah berfirman (QS. 45: 20)
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”
4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
(أَحْكَامُ اللهِ فِيْ كِتَابِهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ)
Allah berfirman (QS. 5: 49-50)
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ * أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ)
Allah berfirman (QS. 6: 153)
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (سَلاَمَةُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ)
Allah berfirman (QS. 16: 97)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Teruntuk Calon Kekesihku

Ajari aku menggunakan pena…
Akan ku tulis gemercik air…
Udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur…
Ketika seorang anak manusia memiliki cinta kepada seseorang…
Yang merasakan cinta tidak hanya hatinya…
Tapi, seluruh tubuh dan jiwanya…
Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke tangannya…
Membuatnya selalu berupaya...
Membantu memudahkan setiap urusan hidupnya…
Hatinya akan meneruskan perasaan itu kekakinya…
Dan membuatnya bersedia berjalan…
Beriringan dengan orang yang dicintainya…
Tidak berlari tidak juga terlalu lambat…
Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke matanya…
Hingga tidak lagi fisik menjadi penyebab hilangnya cinta…
Seseorang tampak mempesona…
Dan mata yang selalu memandang dengan aman dan melindungi…
Tidak hanya nyaman…
Bukankah pernah kamu temui tatapan mata…
Yang membuatmu takut dan berusaha berlari
Ketika seorang anak manusia memiliki cinta…
Maka hatinya akan meneruskan perasaan itu keseluruh sendinya…
Membuat seorang manusia menjadi lebih ringan…
Dan nyaman dalam menjalani hidupnya yang berat…
Hatinya akan meneruskan perasaan itu ke pikirannya…
Menjadikannya berpikir lebih jernih dan bijaksana…
Hanya saja bila tidak berhati-hati…
Tidak hanya cinta yang akan jatuh…
Tapi juga seluruh bagian diri yang ikut merasakannya…
Tidak hanya cinta yang jatuh…
Tapi juga logikanya, mungkin juga impiannya…
Kepadamu comel dari pada teddy…
Dalam hati ini terukir namamu yang tidak bisa aku padamkan…
Walaupun luka di jiwaku sukar terhapus oleh endapan rindu…
Namun akan aku leburkan dengan kesetiaan terhadapmu…
Agar kau dan aku juga bisa bernafas dalam kedamaian…
Sungguh pun ribut datang membadai dan merenggut janji-janji itu…
Pasti akan aku arungi bersama kejujuran dan ketulusan…
Melewati sekeping hati yang rapuh mencintaimu…
Karena kita tak pernah ketemu…
Inilah takdir kita di bumi terpisah jauh…
Sementara kita melihat langit yang sama…
Di terangi mentari yang serupa…
Dan dipeluk oleh malam yang gelap gulita…
Sesungguhnya aku gerun dipikul rindu…
Dadaku ini sesak memikirkanmu…
Nafasku bakal terhenti tanpa suaramu…
Dan jantungku mati tidak bertemu kamu…
Rindu ini terlalu indah untuk aku rasakan…
Tercurah dalam penantian yang tertunda…
Kau yang terpisah oleh jarak dan waktu…
Rindukah kau padaku??
Hanya meniti waktu yang terasa begitu panjang…
Tanpamu, langkah ini semakin berat…
Tanpamu, ke indahan dunia seperti hilang…
Tanpamu, seperti tersesat tanpa arah…
Aku merindukan semua darimu…
Apakah lekukan senyum bibirmu??
Apakah suaramu yang mengiring merdu??
Dan apakah wajahmu yang menggores mata??
Tuhan…sampaikan salam rinduku padanya…
Pada kekasih yang kau titipkan padaku…
Pada cinta yang kau tanamkan di hatiku…
Pada sosok yang kau kirimkan padaku…
Untuk mengerti arti kasih dan sayang…
Tuhan…jika penantian ini adalah pengorbanan…
Maka jagalah dia agar dia tenang disana…
Temanilah dia saat dia sedih…
Tunjukkanlah dia jalan saat dia tak tahu harus kemana…
Tuhan… jika boleh aku meminta…
Pertemukanlah kami dalam kenangan yang indah
Dalam pertemuan yang penuh kebahagiaan…
Ya Allah…
Seandainya telah engkau catatkan…
Dia milikku tercipta buatku…
Satukanlah hatinya dengan hatiku…
Titipkanlah kebahagiaan antara kami…
Agar kemesraan itu abadi…
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha mengasihi…
Seiringkanlah kami melayari hidup ini…
Ketepian yang sejahtera dan abadi…
Maka jodohkanlah kami…
Tetapi ya Allah…
Seandainya telah Engkau takdirkan…
Dia bukan milikku…
Bawalah dia jauh dari pandanganku…
Luputkanlah dia dari ingatanku…
Dan peliharalah aku dari kekecewaan…
Ya Allah ya Tuhanku yang Maha mengerti…
Berikanlah aku kekuatan…
Menolak bayangannya jauh kedada langit…
Hilang bersama senja yang merah…
Agar aku senantiasa tenang…
Walaupun tanpa bersama dengannya…
Ya Allah yang tercinta…
Pasrahkanlah aku dengan takdirmu…
Sesungguhnya apa yang telah engkau takdirkan…
Adalah yang terbaik untukku…
Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui…
Segala yang terbaik buat hamba-Mu  ini…
Ya Allah…cukuplah engkau saja yang menjadi pemeliharaku…
Didunia dan diakhirat…
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yang dhaif ini…
Janganlah Engkau biarkan aku sendiri…
Di dunia ini maupun di akhirat…
Menjerumuskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran…
Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman…
Agar aku dan dia sama-sama bisa membina kesejahteraan hidup…
Ke jalan yang Engkau Ridhoi…
Dan karuniakanlah padaku keturunan yang soleh dan solehah…
Ya Allah…berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan di akhirat…
Dan peliharalah kami dari azab api neraka…

Amin…Amin…Amin…ya Rabbal ’Aalamiin…